Hubungan Musik dan Fungsi Otak

Anda punya masalah yang membebani pikiran? Atau, bahkan sudah merasa sering lupa tentang suatu hal? Jika ya, sering-seringlah mendengarkan musik atau lagu kesukaan Anda. Sebab, menurut berbagai penelitian, musik bisa menenangkan dan bahkan memperbaiki daya ingat seseorang..

Karena itu, musik dapat dijadikan sarana terapi yang cukup efektif bagi orang dengan berbagai keluhan. Apalagi, jika musik yang diputar adalah sebuah nada yang lembut dan disukai sang pendengar, maka musik tersebut bisa menimbulkan suasana rileks atau bahkan menumbuhkan semangat.


Otak manusia, termasuk otak bayi, terdiri dari belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Otak ini mulai terbentuk pada awal kehamilan dan berkembang dengan pesat sampai bayi lahir.
Belahan otak kiri merupakan tempat untuk melakukan fungsi akademik yang terdiri dari berbicara-kemampuan tata bahasa, baca-tulis-hitung, daya ingat (nama, waktu, peristiwa) logika, angka, analisis, dll.

Belahan otak kanan berkaitan dengan perkembangan artistik dan kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, lamunan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, dan pengembangan kepribadian.

Dari penjelasan mengenai fungsi otak kiri dan kanan, maka dapat diketahui belahan otak kanan ada kaitannya dengan “musik”. Oleh sebab itu pada pelaksanaan terapi musik bagi ibu-ibu hamil maka perangsangan atau stimuli mental (dengan musik atau cara-cara lainnya) haruslah mencakup peningkatan perkembangan dari kedua belah otak tersebut. Agar bayi/anak kita kelak tubuh dan berkembang menjadi individu atau manusia seutuhnya, harus ada keseimbangan antara fungsi otak kiri dan fungsi otak kanannya. Sebab dalam kehidupan sehari-hari ada individu/orang yang fungsi otak kiri lebih menonjol daripada otak kanan.
Contoh:
  • Ahli matematika yang tidak suka musik
  • Ahli bedah yang muak melihat isterinya membaca buku-buku novel atau membeli barang-barang seni (lukisan dsb).
Disisi lain ada individu/orang yang kemampuan otak kanannya lebih menonjol.
Contoh:
  • Ia lebih suka melamun, bermimpi
  • Membuat novel
  • Menulis lagu
  • Ia akan merasa pusing bi;la dihadapkan pada angka-angka metematika atau hal-hal lain yang berkaitan dengan kemampuan akademik.
“Mengapa….!” Kenyataan-kenyataan dalam kehidupan sehari-hari seorang anak/individu bisa terjadi yaitu kecenderungan untuk si Harry lebih mengembangkan otak kiri, sedangkan si Sarah lebih menonjol fungsi otak kanannya.

Salah satu sebabnya diduga akibat “kekurangtahuan” orangtua, guru, dll. Seperti juga dikemukakan oleh seorang pakar “Parent Education” USA yaitu ”SUE TREFFEISSEN All parents wants to be good parents but most parents just don’t have the information that they need to know how their children are growing and developing”.

Jadi sebenarnya belahan otak kiri dan otak kanan bila bekerja sama akan saling memperkuat. Oleh karenanya disarankan kepada orang tua untuk merangsang perkembangan otak anak tidak hanya otak kiri saja, melainkan secara bersamaan juga otak kanannya.

Dengan kata lain orang tua perlu merangsang sejak dini kecerdasan mental (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) anak-anaknya.
Salah satu yang mendalami penelitian musik untuk terapi adalah sebuah Institut Musik dan Fungsi Neurologi di Amerika. Mereka menemukan fakta bahwa jenis terapi musik sangat bermanfaat bagi para penderita alzheimer untuk tetap tenang dan membantu meningkatkan ingatan mereka. Tentu, bagi yang mudah lupa, hasil penemuan ini menjadi sebuah berita gembira karena musik yang kita dengar sehari-hari ternyata banyak manfaatnya.

Hal ini juga dikuatkan dengan penggunaan musik untuk terapi yang dilakukan di sebuah rumah sakit di  Chicago. Terapi musik yang diterapkan di sana mampu menenangkan orangtua yang gelisah atau jengkel akibat kenakalan yang dilakukan anak mereka.

Karena manfaat yang sangat besar ini, Cheryl Dileo, profesor terapi musik Universitas Philadelphia, Amerika mengatakan musik akan membantu perubahan fisik, psikologi, sosial, dan kognitif pasien. Karena itu, Cheryl sangat merekomendasikan musik sebagai alat terapi karena mudah dilakukan dan disenangi oleh banyak orang.

Jadi, jika merasa kurang nyaman dan terlalu banyak beban pikiran, mengapa tidak memutar musik sejenak?

Sumber :
http://www.pdpersi.co.id
http://www.andriewongso.com
http://photobucket.com

Seni Komik

Komik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Biasanya, komik dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks. Komik dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk buku tersendiri.

Terminologi
Di tahun 1996, Will Eisner menerbitkan buku Graphic Storytelling, dimana ia mendefinisikan komik sebagai "tatanan gambar dan balon kata yang berurutan, dalam sebuah buku komik." Sebelumnya, di tahun 1986, dalam buku Comics and Sequential Art, Eisner mendefinisikan eknis dan struktur komik sebagai sequential art, "susunan gambar dan kata-kata untuk menceritakan sesuatu atau mendramatisasi suatu ide".
Dalam buku Understanding Comics (1993) Scott McCloud mendefinisikan seni sequential dan komik sebagai "juxtaposed pictorial and other images in deliberate sequence, intended to convey information and/or to produce an aesthetic response in the viewer".
Para ahli masih belum sependapat mengenai definisi komik. sebagian diantaranya berpendapat bahwa bentuk cetaknya perlu ditekankan, yang lain lebih mementingkan kesinambungan image dan teks, dan sebagian lain lebih menekankan sifat kesinambungannya (sequential). Definisi komik sendiri sangat supel karena itu berkembanglah berbagai istilah baru seperti:
  • Picture stories – Rodolphe Topffer (1845)
  • Pictorial narratives – Frans Masereel and Lynd Ward (1930s)
  • Picture novella – dengan nama samaran Drake Waller (1950s).
  • Illustories – Charles Biro (1950s)
  • Picto-fiction – Bill Gaine (1950s)
  • Sequential art(graphic novel) – Will Eisner (1978)
  • Nouvelle manga – Frederic Boilet (2001)
Untuk lingkup nusantara, seorang penyair dari semenanjung Melayu (sekarang Malaysia) Harun Amniurashid (1952) pernah menyebut 'cerita bergambar' sebagai rujukan istilah 'cartoons' dalam bahasa inggris. Di Indonesia terdapat sebutan tersendiri untuk komik seperti diungkapkan oleh pengamat budaya Arswendo Atmowiloto (1986) yaitu cerita gambar atau disingkat menjadi CERGAM yang dicetuskan oleh seorang komikus Medan bernama Zam Nuldyn sekitar tahun 1970. Sementara itu Seno Gumira Ajidarma (2002), jurnalis dan pengamat komik, mengemukakan bahwa komikus Teguh Santosa dalam komik Mat Romeo (1971) pernah mengiklankan karya mereka dengan kata-kata "disadjikan setjara filmis dan kolosal" yang sangat relevan dengan novel bergambar.

Istilah cerita bergambar
Akronim cerita (ber)gambar, menurut Marcell Boneff mengikuti istilah cerpen (cerita pendek) yang sudah terlebih dahulu digunakan, dan konotasinya menjadi lebih bagus, meski terlepas dari masalah tepat tidaknya dari segi kebahasaan atau etimologis kata-nya.
Tetapi menilik kembali pada kelahiran komik, maka adanya teks dan gambar secara bersamaan dinilai oleh Francis Laccasin (1971) sebagai sarana pengungkapan yang benar-benar orisinal. Kehadiran teks bukan lagi suatu keharusan karena ada unsur motion yang bisa dipertimbangkan sebagai jati diri komik lainnya.
Karena itu di dalam istilah komik klasik indonesia, cerita bergambar, tak lagi harus bergantung kepada cerita tertulis. Hal ini disebut Eisner sebagai graphic narration (terutama di dalam film & komik). Teks tebalTeks tebal'

Posisi komik di dalam seni rupa
Komik menurut Laccasin (1971) dan koleganya dinobatkan sebagai seni ke-sembilan. Walaupun sesungguhnya ini hanya sebuah simbolisasi penerimaan komik ke dalam ruang wacana senirupa. Bukanlah hal yang dianggap penting siapa atau apa saja seni yang kesatu sampai kedelapan.
Menurut sejarahnya sekitar tahun 1920-an, Ricciotto Canudo pendiri Club DES Amis du Septième Art, salah satu klub sinema Paris yang awal, seorang teoritikus film dan penyair dari Italia inilah yang mengutarakan urutan 7 kesenian di salah satu penerbitan klub tersebut tahun 1923-an. Kemudian pada tahun 1964 Claude Beylie menambahkan televisi sebagai yang kedelapan, dan komik berada tepat dibawahnya, seni kesembilan.
Thierry Groensteen, teoritikus dan pengamat komik Perancis yang menerbitkan buku kajian komiknya pada tahun 1999 berjudul "Système de la bande dessinée (Formes sémiotiques)" yang akan terbit tahun 2007 menjadi "The System of Comics". Ia berbicara definisi seni kesembilan dalam pengantar edisi pertama majalah "9e Art" di Perancis. Menurutnya, yang pertama kali memperkenalkan istilah itu adalah Claude Beylie. Dia menulis judul artikel, "La bande dessinee est-elle un art?", dan seni kesembilan itu disebut pada seri kedua dari lima artikel di majalah "Lettres et Medecins", yang terbit sepanjang Januari sampai September 1964.
Baru kemudian pada tahun 1971, F. Laccasin mencantumkan komik sebagai seni kesembilan di majalah "Pour un neuvieme art", sebagaimana yang dikutip oleh Marcel Boneff pada 1972 di dalam Komik Indonesia.

Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://photobucket.com
Label: 0 komentar | edit post

Media Publikasi Komik Digital

Komik merupakan konten yang banyak digemari. Banyak sekali penggemar komik khususnya di Indonesia, namun dengan pasar yang demikian besar industri komik di Indonesia cenderung dikuasai oleh komik-komik asing seperti dari Jepang dan Amerika. Padahal, tidak sedikit komikus lokal yang berkualitas, sayangnya seringkali tidak mendapat kemudahan untuk mendistribusikan karyanya.
Ngomik.com mencoba memberikan alternatif baik bagi penggemar maupun komikus. Di Ngomik.com, komikus bisa dengan mudah mempublikasikan komik-komiknya sendiri. pencipta komik bisa menjadi sekaligus editor yang menentukan mana karya komik yang akan diterbitkan tanpa tergantung orang lain. Ketika sebuah karya diterbitkan, pembacalah yang akan menentukan komik tersebut bagus atau tidak, komik tersebut diterima oleh pasar atau tidak, tidak lagi di tangan editor penerbit.
Bagi penggemar komik, konsep komik digital yang diusung oleh Ngomik.com membawa beberapa keuntungan diantaranya adalah informasi komik terbaru yang up to date hampir real time, tidak perlu membawa beban berat untuk membawa koleksi komik kesayangan, cukup di dalam genggaman yaitu aplikasi baca komik yang di-install di handphone atau perangkat mobile lainnya.
Saat ini Ngomik.com tersedia dalam dua versi yaitu web dan mobile application. Aplikasi yang di-install di handphone saat ini tersedia di handphone Android, Blackberry, dan Java. Ke depannya akan dikembangkan pula untuk iPhone, iPad, dan perangkat bergerak lainnya seiring dengan berkembangnya teknologi itu sendiri.
Ngomik menyiapkan sistem komik free dan premium. Ada komik yang bisa dinikmati secara gratis, ada pula yang harus bayar dengan mekanisme deposit (transfer, kerjasama dengan operator menggunakan pulsa, atau dengan payment gateway lain). Bisnis model seperti ini diharapkan akan membawa angin segar bagi industri komik khususnya di Indonesia.
Layanan ini beda dengan bisnis model konvensional di mana komik dicetak dalam bentuk buku yang memiliki batasan di antaranya jumlah eksemplar yang terbatas, harga yang relatif mahal, dan penerbit yang tidak mau mengambil resiko menerbitkan komik-komik yang belum dikenal pasar.
Dengan bisnis model komik digital yang didistribusikan melalui internet sebagai medianya, hambatan tersebut bisa dihindari. Komik bisa didistribusikan tidak terbatas jumlah eksemplarnya, bisa menjangkau daerah manapun, harga yang relatif lebih murah dan tentu saja tidak perlu takut apakah komik tersebut akan laku atau tidak, pasarlah yang akan menentukan kemudian. Dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang sudah lebih dari 35 juta, industri komik bisa bergeliat.
Ngomik.com merupakan salah satu karya yang mendapatkan penghargaan di Fellowship Indigo Awards 2010 yang diselenggarakan oleh Telkom Group. Indigo Fellow dianugerahkan kepada mereka yang memiliki passion, komitmen yang terbuktikan untuk bekerja keras memajukan industri kreatif digital di Indonesia, serta inspirasi pada masyarakat industri kreatif.

Sumber :
kompas.com
www.teknojurnal.com
Label: 0 komentar | edit post